Adapun tema dari acara yang diselenggarakan di Kusuma Agrowisata Hotel, Batu, Jawa Timur, 26-28 Oktober lalu diimplementasikan pada subtema “Jadilah teladan bagi jemaat dan masyarakat dalam tingkah laku, kasih, kesetiaan an kesucian sebagaimana terdapat dalam I Timotius 1:12.
Berdasarkan pengamatan Yosua dari GLORIA yang turun langsung meliput acara tersebut, sekitar 400 orang pimpinan dan pengurus lembaga-lembaga di lingkungan GPdI se-Indonesia turut hadir dalam acara yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Majelis Pusat (MP) GPdI periode 2007-2012, Pdt. A.H. Mandey.
Dalam pidato pembukaan sebelum pemukulan gong, A.H Mandey yang dikenal sebagai salah satu pendeta senior di Indonesia ini mengingatkan setiap peserta yang hadir agar senantiasa bersandar kepada Tuhan dan kembali kepada semangat mula-mula “Kegerakan Pantekosta” ketika hadir di Indonesia.
Mengenai hal ini lebih lanjut ia mengatakan, “Semua hamba Tuhan Pantekosta harus melakukan bertobat, kita harus kembali ke Api Pantekosta yang mula-mula ketika Tuhan memakai Klaveren dan Groesbeek membawa api itu ke Indonesia. Kita harus menjaga api Roh Kudus dalam pelayanan kita agar dapat menghadapi tantangan jaman dengan baik. Jangan terpengaruh dengan roh materialisme dan spirit jaman yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.”
Dalam rangka pencapaian tujuan tema, acara yang dihelat selama 3 hari ini diisi dengan evaluasi program, sidang komisi, sidang pleno dan berbagai acara lain yang berorientasi pada evaluasi pelayanan dan penajaman rencana pelayanan bersama dari denominasi Pentakosta tertua dan cikal bakal semua gereja Pentakosta di Indonesia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar